Saturday, May 2, 2015

Si Dogol

Si Dogol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Dogol adalah anak semata wayang dari pasangan ibu tuti yang hanya sebagai ibu rumah tangga dan bapak rahmat hanya seorang petani. sebenar nya dia adalah anak yang pandai hanya saja dia malas, pak rahmat berusaha bersusah payah untuk membiayakan anak nya agar dapat bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi, namun si dogol hanya memilih untuk putus di jenjang SMK saja.

Si dogol selalu disuruh oleh ayah nya untuk bergegas mencari kerja karena hanya luntang lantung tidak jelas di rumah nya hanya hal itu yang ia lakukan di setiap hari nya, si ayah nya pun mulai bosan untuk menasehati dogol karena tak kunjung juga sadar untuk mencari kerja.

“dogol coba dong kamu cari kerja nak untuk mebantu ayah agar tidak terlalu berat untuk membeli biaya makan setiap hari nya apalagi ayah kan udah tua nak” suruh sang ayah, “ah males lah pak mending dogol tidur dogol capek pak kalo dogol harus kerja, sekolah aja capek pak apalagi kerja” jawab dogol dengan nada tinggi, dogol pun bergegas untuk menuju kasur terci
... baca selengkapnya di Si Dogol Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sunday, April 19, 2015

(Mod)èl, Bukan (Mod)al Personal

(Mod)èl, Bukan (Mod)al Personal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Para futurists adalah mereka yang berusaha memecahkan masalah sembari mengubah perilaku sesuai dengan perspektif masa depan. Mereka konsisten mengerjakan apa yang mereka katakan, menyadari kebutuhan yang paling relevan dengan perubahan, dan rela berkorban demi mempertajam visi mereka. Tindakan yang mereka ambil didasarkan lebih pada informasi sebab-akibat yang “dapat dan mungkin terjadi” secara acak (random) ketimbang yang “seharusnya terjadi” secara menetap (fixed) selama sejam, sehari, seminggu, atau setahun ke depan.

Kisah Darko Soweno berikut menggambarkan bahwa insan pengusaha tidak hanya membutuhkan modal, tetapi juga model tentang masa depan.

Kisah Biji Jambu Darko Soweno, pemuda desa asal Semin, Gunung Kidul mendatangi seorang pastor di daerah Pulomas, Jakarta Pusat. Konon, Darko Soweno bermaksud melamar kerja sebagai seorang koster , setelah mendengar kabar dari seorang handai tolan bahwa ada lowongan pekerjaan koster di suatu gereja di Pulomas, Jakarta Pusat.

Tepat jam 08.00, di suatu hari Kamis, Pastor Paulus Winasis mewawancarainya dan mengetes bagaimana ia mengepel lantai dan mengosek toilet pastoran yang kebetulan berdampingan dengan gedung gereja. ‘ “Baiklah, Darko. Melihat hasil peke
... baca selengkapnya di (Mod)èl, Bukan (Mod)al Personal Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, April 13, 2015

Hadapi dengan Senyuman

Hadapi dengan Senyuman Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Pratama Puji

Senyuman adalah pahala, senyuman adalah pencair suasana, dan senyuman adalah pembawa ketenangan jiwa. Namun di jaman sekarang, kok susah sekali menemukan orang yang selalu tersenyum lepas. Mudah kita temui, orang-orang dengan wajah cemberut, menggerutu, dan pemarah. Apakah kondisi bangsa, kondisi keluarga, kondisi lingkungan dan kondisi masyarakat sekitar yang membuat kita jadi sulit untuk tersenyum dan lebih sering marah-marah? Tidak adil rasanya kalau kita selalu menyalahkan keadaan, tanpa membawa solusi terbaik.

Padahal ketika orang tersenyum, aura positif akan muncul. Sebuah amarah bisa cair seketika ketika kita mampu menyikapinya dengan senyuman. Ketika kita berkenalan dengan orang lain, senyuman adalah kunci untuk membuka pintu berkomunikasi. Senyuman merupakan tanda bagi orang yang bahagia dan bersyukur dalam hidupnya.

Saya mempunyai kenalan seorang tukang becak di perumahan. Pak Urip namanya. Orangnya sangat ramah, usianya sekitar 40 tahun. Walaupun tidak muda lagi, dia nampak gesit dan jarang menunjukkan raut muka lelah, yang sering saya lihat justru senyuman yang tersungging. Ketika orang berpapasan dengannya dia tersenyum, ketika ada orang perumahan yang meminta tolong, dia siap dan membantu dengan semaksimal mungkin. Pernah suatu ketika Pak Urip diminta untuk membantu keluarga kami membersihkan gudang. Dengan cekatan, dia mengerjakan perintah dengan baik. Ketika
... baca selengkapnya di Hadapi dengan Senyuman Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, April 10, 2015

Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline

Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ketika saya sedang bepergian dan membawa laptop, saya akan mencari tempat yang mempunyai hot spot (saluran internet nirkabel). Saya sering mencari hot spot gratis baik di kafe, hotel, maupun bandara untuk membaca e-mail yang masuk maupun kirim e-mail yang penting, atau sekadar menyapa anak yang kuliah di Malaysia. Anak-anak saya kalau pergi juga demen sekali mencari hot spot.

Tetapi, kalau Anda sedang jalan-jalan ke Riau Daratan (Ridar) di musim kering, Anda tidak perlu repot-repot mencari hot spot, karena Ridar merupakan gudangnya hot spot yang jumlahnya bisa puluhan sampai ratusan. Hot spot di Riau gratis manis. Kalau musim kering dan panas sekali, akan muncul hot spot baru yang membuat penduduk di Ridar sampai ke Malaysia dan Singapura kalang kabut. Maklum host pot-nya berhubungan dengan sesuatu yang benar-benar ‘HOT’, yaitu api, yang menghasilkan bencana asap.

Hot spot atau titik api di Riau jumlahnya sampai dua ratus sekian (ini yang saya baca pada tahun yang lalu) yang menyebabkan negeri jiran, yaitu Malaysia dan Singapura ikut menderita terkena imbas bencana asap. Saya yakin, jumlah titik api jauh
... baca selengkapnya di Bencana Asap di Riau: Dari Hot Spot Menjadi Hotline Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Friday, April 3, 2015

Setangkai Bunga di Tebing Gunung

Setangkai Bunga di Tebing Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Syifa Nisa Aulia, begitu nama lengkapnya. Aku memanggilnya dengan sebutan Bunda Nisa, karena Bunda telah mempunyai suami dan anak. Kehidupan keluarga Bunda begitu harmonis. Berbingkaikan cinta dan kasih sayang yang tulus serta diperindah dengan kemantapan iman mereka kepada Sang Maha Kuasa. Namun dibalik kebahagiaan yang Bunda rasakan bersama suaminya, ternyata rumah tangga mereka pernah diguncang oleh prahara rumah tangga yang membuat Bunda berkeinginan untuk bercerai dengan suaminya. Syukurnya Allah memberikan jalan untuk masalah mereka.

Setelah menamatkan S1 di FKIP Matematika, Bunda diterima menjadi guru Matematika di salah satu SMP yang ada di daerah ku. Bunda mulai mengajar di SMP tersebut pada tahun 2002. Aku menjadi murid Bunda pada tahun 2008, saat aku kelas 2 SMP. Aku senang belajar Matematika dengan Bunda. Karena Bundalah aku menyukai pelajaran yang mengerikan bagi sebagian orang ini, termasuk aku. Sejak SD, aku tidak senang belajar Matematika karena rumit dan membosankan. Tapi, ketika aku bertemu Bunda semua berubah. Bunda dengan sabar dan semangat mengajarkan ku Matematika dan ia berhasil membuat ku cinta dengan pelajaran tersebut. Bundalah guru pertama yang merubah pandangan ku terhadap Matematika. Kini Matematika menjadi salah satu pelajaran favorit ku, sangat favorit. Itulah sebabnya aku memanggilnya bukan Ibu, tetapi Bunda. Jiwa keibuannya yang begitu hangat dan kesabarannya dalam menndid
... baca selengkapnya di Setangkai Bunga di Tebing Gunung Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Monday, March 23, 2015

Don’t Judge The Book by The Cover

Don’t Judge The Book by The Cover Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Namaku Raditya, aku suka sekali membuat film pendek. Dari kecil aku hobi banget dengan yang namanya merekam. Merekam apa aja deh. Yang penting hati senang, di bilang sutradara amatir. Nah kali ini aku ingin buat film pendek yang lain dari yang lain. Sudut pandang yang berbeda dari image seseorang. Kali ini aku ingin sekali membuktikan ungkapan don’t judge the book by the cover. Cara pandang seseorang terhadap sesuatu bukan hanya dari luarnya saja, tapi dari dalam nya juga, khususnya hati.

Aku penasaran dengan teman sekelasku Andini namanya, ia sering diejek teman-teman karena katanya sih wajahnya enggak cantik dan paling iyuuuhh lah seantero negeri sekolah kami. Padahal kan cantik relatif. Setiap kali aku ingin bicara dengan nya ia malah cuek.
“An, PR Geografinya suruh apa ya?” Aku coba akrab dengan nya.
“Suruh ngerangkum halaman 18-27” jawabnya dengan ketus.
“Jawabnya kok ketus gitu sih?”
“kamu juga sama kan, dengan yang lain nya. Hanya ingin mengejek wajah buruk ku. Jangan sok akrab deh. Maaf” sambil melangkah menjauh.
“Aku enggak gitu koq, aku hanya ingin mengenalmu lebih dekat”

... baca selengkapnya di Don’t Judge The Book by The Cover Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

The One to be Blamed

The One to be Blamed Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Mentari dhuha pagi ini begitu hangat menyentuh kedua pipi Safira. Namun, kehangatan itu dirasakan panas baginya. Dengan gelisah gadis itu melongokkan kepala ke selatan, berharap sebuah kendaraan roda empat bertuliskan Sinar Jaya mendekat ke arahnya. Dan untuk kesekian kalinya ia menengok penunjuk waktu yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah pukul 06.50. Mata Safira membelalak dan ia semakin gelisah, kenapa harus di hari pertama masuk sekolah? batinnya.

Dengan kesal ia menyalahkan keadaan, menyalahkan waktu yang berputar terlalu cepat. Padahal ia merasa sudah bangun pagi-pagi sekali, bahkan saat para ayam jago pun belum berkokok untuk menandakan pergantian malaikat pagi dan malam. Itu pun ia secepat kilat bergegas mempersiapkan keperluan MOS yang sebenarnya sederhana tapi ribet mempersiapkannya. Safira jadi menyalahkan panitia MOS yang menurutnya terlalu kejam. Bagaimana bisa memberi tugas segini banyak padahal baru dikasih tahu kemarin? Keterlaluan.. gerutunya tadi pagi. Untuk sekedar membuat cocard saja ia membutuhkan waktu sampai muadzin mengumandangkan panggilan sholat.
... baca selengkapnya di The One to be Blamed Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1